My Photo
Powered by Friendster Blogs

« Apakah Allah ada? | Main | Anak elang. »

Bendera.

Jum’at, 5 jan 2007, 11:00 Wib.

Disebuah desa tampak murid-murid madrasah sedang berbaris membentuk regu-regu barisan. Tiap regu memegang satu bendera yang terikat pada batang bambu berukuran satu meter. Rupanya mereka sedang mengikuti lomba gerak jalan keliling desa. Sebelum berangkat, seorang guru memberikan arahan, “anak-anakku perhatikanlah bendera kalian, jadikanlah ia sebagai dirimu sendiri” ujar sang guru singkat. Dan berangkatlah anak-anak itu, mereka bergerak begitu rapi serta tetap mengikuti arah bendera dibarisan depan. Jarak tempuh itu tergolong jauh untuk ukuran anak kota. Mereka melewati kampung-kampung, jalan raya antarkota dan berputar balik menuju tempat semula. Setelah dua jam berjalan barisan tidak lagi seperti ketika berangkat, ada yang akhirnya berbentuk segitiga, lingkaran, bahkan tidak berbentuk yang jelas alias kocar-kacir. Hanya satu yang tetap seperti semula yaitu bendera. Mungkin sebagian anak-anak menganggap kalau nasihat sang guru sebagai kata kunci “yang penting bendera”. Setelah semua regu tiba digaris finish, pemenang lombapun diumumkan,”pemenangnya regu padi” ucap sang guru disambut tepuk tangan. Beberapa murid mengangkat tangan “maaf pak, barisan regu padi memang rapi, tapi mereka beberapa kali tidak mengangkat bendera. Sementara kami terus mengangkat bendera. Bukankah bapak mengatakan yang penting bendera?” suara protes dari seorang murid. “Anakku….” ujar sang guru begitu wibawa, “kamu salah paham soal bendera, bendera bukan sekedar selembar kain yang terikat ditiang bambu. Bendera itu adalah citra, kamu sekalian adalah bendera yang berjalan” jelas sang guru begitu gamblang. Semua murid-muridpun terdiam. Ketika seseorang terikat dengan sesuatu diluar dirinya, bisa jadi agama, organisasi, korp, bisa jadi bendera bagi ikatannya. Baik buruk bendera sangat menentukan citra yang ia bawa. Seperti itulah musuh-musuh islam untuk menjelekkan islam yang sebenarnya bersih dan indah. Cukup dengan menyorot keterbelakangan umat islam, konflik yang tidak pernah habis, dan terakhir teroris. Islam yang indahpun tercitrakan buruk, islam menjadi ter-bendera-kan umatnya. Kita adalah bendera yang berjalan, yang semakin tinggi tiang bendera kian banyak yang mencitrakan kita. Jadi…bukan agama, organisasi, atau korp-nya yang buruk. Bendera-bendera itulah yang sangat mencitrakan, apakah sesuatu yang mengikatnya itu menjadi baik atau sebaliknya?.

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .