My Photo
Powered by Friendster Blogs

« Serigala Dan Harimau. | Main | Bendera. »

Apakah Allah ada?

Jawabnya: ADA, apa dalilnya?
Dalilnya;
1. dalil aqli(akal).
Dalil aqli dapat kita katakan sebagai berikut:
“Coba kita lihat alam semesta ini, yang ada dihadapan kita, yang kita saksikan. Dengan system yang sangat rapi dan teratur tidak akan mungkin bertabrakan dan saling berbenturan, tidak akan jatuh dan tidak akan lepas. System yang sangat rapi dan teratur, matahari tidak akan dapat bertemu dan bertubrukan dengan bulan, malam tidak akan mendahului siang. Mungkinkah alam yang sangat rapi sistemnya ini ada dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya, mengaturnya dan menjalankannya?” Ini secara akal tidak mungkin. Ada suatu kisah yang menarik, yang diriwayatkan oleh imam Abu Hanifah, Beliau adalah orang yang sangat terkenal pintar, tajam otaknya. Datanglah orang-orang sekuler padanya. Orang-orang sekuler ini berkata kepadanya, “coba buktikan bagi kami bahwa Allah itu ada?”, sang imam menjawab ”beri aku waktu untuk berfikir!!” tidak berapa lama kemudian sang imam berkata kepada mereka “aku sedang memikirkan sebuah kapal yang besar berlabuh dipelabuhan dujla. Kapal itu membawa barang bawaan yang sangat banyak. Lalu barang-barang bawaan itu turun tanpa ada yang menurunkannya, lalu kapal itu berangkat pergi tanpa ada yang menakhodainya” orang-orang sekuler bertanya “bagaimana mungkin hal itu terjadi? Itu tidak dapat dibenarkan oleh akal kami” maka sang imam mengatakan kepada mereka “jika kalian tidak bisa membenarkan hal itu, maka bagaimana kalian dapat membenarkan matahari, bulan, bintang, langit, bumi yang berjalan demikian teratur seperti ini, bukankah ini menunjukan bahwa ada yang mengaturnya? Ada yang menjalankannya? Dan ada yang menciptakannya?” maka yakinlah orang-orang sekuler tadi bahwa alam ini ada yang menciptakannya. Allah telah mengisyaratkan dalil aqli ini dalam firman-Nya pada surat thuur ayat 35, yang artinya “apakah mereka diciptakan tanpa ada yang menciptakannya?” atau mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?”.

2. dalil hissi.
Contohnya adalah doa kita yang dikabulkan ketika kita berdoa. Ketika kita berdoa “ya Allah” lalu Allah mengabulkan doanya, menyingkirkan musibah yang menimpanya, memberikan permintaan yang dimohonkannya. Ini menunjukan bahwa Allah itu ada, mendengarkan doanya dan mengabulkannya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 76 yang artinya “dan nuh, ketika dia berdoa sebelumnya dan Kami mengabulkan doanya”. Ketika kita berdoa kepada Allah kita yakin secara hissi bahwa doa kita akan ada yang mengabulkannya. Seandainya pencipta tidak ada maka tidak akan ada orang yang memohon dan berdoa kepada pencipta. Ia yakin ketika berdoa ada dzat yang kuasa untuk mengabulkan doanya.

3. dalil fitri (fitrah).
Secara fitrah manusia itu apabila tertimpa musibah, kesempitan, mudharat maka secara otomatis lisannya berucap “Ya Allah” atau sering kita dengar “Oh.. my God”. Jadi secara otomatis/fitrah dia akan mengatakan hal itu. Meskipun terkadang sebenarnya dia tidak meyakini adanya Tuhan. Allah telah mengisyaratkan hal ini didalam Al-Qur’an surat Al-Ankabuut ayat61, yang artinya “Bila kamu tanyakan kepada mereka ‘siapakah yang menciptakan langit dan bumi, yang menundukan matahari dan bulan?’ mereka mesti mmenjawab ‘Allah’, mengapa pula mereka berpaling dari-Nya?.”

4. dalil syar’i
dalil syar’I sangat banyak sekali didalam Al-Qur’an, misalnya firman Allah dalamsurat Al-Fatihah yang artinya “segala puji bagi Allah, Rabb sekalian alam” juga masih banyak dalam surat-surat yang lainnya. Juga dalam surat Ghaafir ayat 67, Allah berfirman yang artinya ”Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setitik air mani, lalu dari segumpal darah, akhirnya Tuhan melahirkan kamu sebagai bayi, Ia biarkan kamu tumbuh mencapai usia dewasa, lalu menjadi tua. Ada diantaramu yang mati sebelum itu agar kamu sampai waktu yang ditentukan, dan hendaknya kamu dapat berpikir”.

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .