Hakekat Kemerdekaan Dan Hakekat keterbudakan
Defenisi kemerdekan setiap orang sangat subjektif sifatnya. Mungkin bagi orang miskin makna kemerdekaan adalah tatkala dirinya bisa lepas dari kemiskinan, bagi seorang pengangguran makna kemerdekaan adalah tatkala dirinya bisa memperoleh pekerjaan, seorang napi, makna kemerdekaan baginya adalah tatkala ia bisa keluar dari penjara, lantas timbul pernyataan, apa sebenarnya defenisi kemerdekaan secara objektif, yang bisa diterima oleh setiap orang?
Seorang ulama salaf yakni Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang hidup pada abad ke tujuh hijriah mengatakan:
“keterbudakan dan penghambaan pada hakekatnya adalah keterbudakan dan penghambaan hati, tatkala hati menjadikan diri seseorang sebagai budak dan sahaya, maka ia adalah budak hatinya”
Oleh sebab itu, ada yang mengatakan:
Hamba itu menjadi bebas ketika ia qana’ah
Dan orang yang bebas akan menjadi budak ketika ia tamak
Seorang penyair berkata:
Kutaati ambisi-ambisiku, akhirnya ia memperbudakku
Seandainya saja aku qana’ah, tentu aku merdeka
Diriwayatkan dari umar bin khatab, bahwa ia berkata :
“ketamakan adalah kefakiran, dan tidak banyak berharap adalah kecukupan, dan sungguh seorang dari kalian apabila tidak menaruh harap kepada sesuatu ia tidak akan merasa butuh kepadanya.”
Dalam shahih bukhari diesbutkan bahwa Rasulullah bersabda:
“celakalah hamba dirham, celakalah hamba dinar, calakalah hamba qathifah, celakalah hamba pakaian. Sungguh ia celaka dan sakit apabila ia tertusuk duri maka tidak bisa dicabut, jika diberi merasa ridha dan bila tidak diberi marah”
Beliau menamakannya sebagai budak dirham, budak dinar, budak qathifah dan budak pakaian. Beliau menyebutkan “ia celaka dan sakit, jika tertusuk duri maka tidak bisa dicabut”, ini adalah kondisi orang yang ditimpa keburukan kemudian tidak bisa keluar dari sana dan tidak berhasil keluar karena ia celaka dan sakit ia tidak memperoleh yang dicari dan juga tidak terlepas dari hal yang tidak disukai, ini adalah penghambaan harta, dan Rasulullah mensifati orang seperti ini “jika diberi merasa senang dan jika tidak diberi marah”..
Semoga kita tidak menjadi budak dari hati kita, yang dengannya ini kita sesekali tidak akan pernah merasa merdeka..

Comments